Upgrade Your Mindset and Goals for The Real Success
  • TRAINING MOTIVASI SPIRITUAL

    Memberikan pencerahan dan motivasi dari sisi spiritual dengan metoda menyentuh kemampuan bawah sadar supaya lebih mengena untuk jangka waktu lama

  • HYPNOTHERAPY

    Memberikan kesadaran positif untuk berpelilaku dan berfikir positif bahwa semua "Mental Block" bukan penghalang kesuksesan diri kedepan

  • TRAINING HYPNO EDUKASI

    Menyentuh daya kekuatan alam bawah sadar dalam pencapaian diri pelajar/mahasiswa dan pengajar dalam upaya efektifitas belajar mengajar dan nilai-nilai yang bermanfaat

Rabu, 07 Januari 2015

Posted by Unknown on 18.07 | No comments




Perasaan cemas, takut, dan sebagainya merupakan hal yang wajar sebagai manusia. Masalah dan hambatan yang berlum terselesaikan terkadang menjadi fikiran kita terus menerus menghantui. Kekawatiran dan perasaaan gagal terhadap sesuatu yang begitu intens menjadikan badan demam, jantung berdebar, bahkan tensi naik. Apakah anda, rekan atau saudara merasakan hal seperti ini ? 

Apakah Psikosomatis Itu ?
Banyak kasus dimana analisa dan segala jenis pemeriksaan oleh dokter menunjukkan seseorang secara fisik tidak mempunyai masalah fisik. Namun pada kenyataannya orang tersebut mengeluh karena sakitnya.

Masalah-masalah emosional yang tidak ditangani adalah penyebab 85% penyakit fisik. Itulah mengapa penanganan penyakit fisik tidak membuahkan hasil yang tuntas karena mengabaikan masalah emosional

Psikosomatis atau somatisasi adalah gangguan psikis yang tampil dalam bentuk gejala-gejala fisik. Dengan kata lain, psikosomatis adalah penyakit fisik yang disebabkan oleh program pikiran negatif dan/atau masalah emosi seperti stress, depresi, kecewa, kecemasan, rasa berdosa, dan emosi negatif lainnya.


Bagaimana cara membedakan psikosomatis dengan penyakit biasa?

Ciri-cirinya psikosomatis ditandai dengan adanya keluhan dengan gejala fisik yang beragam, antara lain seperti yang anda rasakan yaitu mulai dari pegal-pegal, nyeri di bagian tubuh tertentu, mual, muntah, kembung atau perut tidak enak, sendawa, serta sekujur tubuh terasa tidak nyaman. Tak jarang, ada yang merasa kulitnya seperti gatal, kesemutan, mati rasa, pedih seperti terbakar, dan sebagainya. 


Rasa sakit di kepala, migrain, nyeri di bagian dada, punggung dan tulang belakang, linu pada persendian, bahkan sampai rasa nyeri saat berhubungan seks juga bisa saja disebabkan oleh masalah emosi.

Keluhan semacam itu bisa berlangsung lama dan berulang-ulang serta berganti-ganti atau berpindah-pindah tempat, dan memang bisa dirasa sangat mengganggu sehingga wajar jika Anda bolak-balik memeriksakan diri ke dokter.


Orang yang mengalami psikosomatis mungkin akan sulit membedakan apakah penyakit yang diderita itu psikosomatis atau disebabkan gangguan organis biasa, apalagi jika masalah emosi/pikiran penyebab sakit itu tidak disadari. Cara paling mudah dan akurat untuk mengetahui apakah suatu penyakit adalah psikosomatis atau sakit biasa adalah dengan hipnotis. Pikiran bawah sadar tahu apa yang terjadi pada Anda. Hypnotherapist bisa bertanya langsung ke pikiran bawah sadar Anda.

Namun, saran kami: Apabila anda sakit, tetaplah periksa ke dokter. Apabila setelah dilakukan pemeriksaan secara medis tidak ditemukan akar penyebab masalahnya, maka diduga kuat anda mengalami psikosomatis. Begitu pula apabila penyakit-penyakit ringan sering kambuh seolah tak ada hentinya. Kemungkinan anda mengalami psikosomatis.


Gejala psikosomatis bisa saja diringankan dengan obat-obatan semisal penahan rasa sakit. Namun itu hanya menahan sementara, dan gejala penyakit akan muncul kembali berulang-ulang, dan kadang dalam bentuk yang berbeda-beda. Obat-obatan hanya menangani gejala. Selama penyebabnya (program pikiran dan emosi negatif) masih ada, gejala penyakit akan terus timbul.


Maka dari itu anda membutuhkan hipnotis, satu-satunya solusi yang kami tahu paling cepat untuk menyembuhkan psikosomatis. Bagi hypnotherapist, menyembuhkan psikosomatis bukanlah hal yang rumit. Pasien akan dibimbing memasuki kondisi somnambulis (kondisi hipnotis yang dalam) untuk menemukan akar masalah dan kemudian membereskannya.


Apabila masalahnya adalah program pikiran yang salah, berkaitan dengan sistem kepercayaan, salah paham dan sebagainya, maka dilakukan re-edukasi atau pembelajaran ulang agar klien mempunyai pikiran yang benar dan keyakinan baru yang positif. Sedangkan bila sebabnya adalah emosi negatif, seperti depresi, kecewa dan rasa bersalah, maka pikiran bawah sadar dipersilakan menyadari masa lalu sebagai sebuah pelajaran, menerima dirinya sepenuhnya, dan berbahagia dengan kondisi saat ini.


Contoh Kasus Penyakit Kulit (Psikosomatis)

Klien yang mengalami psikosomatis sebaiknya tetap melanjutkan pengobatan medis sampai semua gejala fisik lenyap. Satu contoh, saya pernah menangani klien yang mengalami penyakit kulit psikosomatis. Ibu berusia 40 tahun ini sangat mencemaskan putri kesayangannya yang kuliah di luar kota. Kecemasan ini sudah tidak disadari oleh sang ibu.

Kondisi pasien sangat mengerikan. Kulitnya yang dulunya mulus, sekarang terlihat penuh luka dan infeksi karena sering digaruk-garuk. Pasien ini tidak punya alergi kulit sebelumnya. Segala macam obat dan salep yang disarankan dokter kulit sudah dicoba, tapi belum ada yang memberi kesembuhan permanen. Pasien juga mengikuti saran dokter untuk berkunjung ke psikiater. Namun setelah tiga bulan diterapi oleh psikiater dia merasa bosan karena tidak ada kemajuan yang berarti.

Dalam kondisi hipnotis, pikiran bawah sadar pasien langsung menceritakan masalah kecemasan itu. Bukan hal yang susah bagi hypnotherapist untuk mengungkap penyebab. Hanya perlu mengatakan "Pada hitungan ketiga, anda mengetahui apa penyebab penyakit kulit ini", dan pasien akan langsung bercerita.

Ada banyak hal yang dicemaskan si ibu terhadap putrinya. Mulai dari kesehatan sampai masalah keberhasilan kuliahnya. Namun yang paling besar adalah takut jika putrinya salah bergaul, memakai narkoba, dan seks bebas. Maklum saja, putri yang dicemaskan ibu memang cantik dan terkesan lugu. Dulu si ibu bisa selalu mengawasi putrinya yang masih tinggal di rumah, sekarang putrinya lepas dan tidak mungkin mengawasinya. Selain itu, pasien juga merasa kesepian, karena Suami bekerja sampai sore, dan tiga anaknya termasuk putri satu-satunya tidak tinggal lagi serumah.

Dengan teknik tertentu, saya berhasil mengatasi rasa cemasnya, dan pikiran bawah sadarnya setuju untuk tidak membuat si ibu sakit lagi. Namun infeksi kulitnya tentu saja tidak bisa sembuh seketika. Disinilah peran pengobatan medis masih diperlukan terhadap pasien psikosomatis. Saya sarankan ibu tersebut untuk mengobati kulitnya sampai sembuh dengan berobat ke dokter. Setelah infeksi itu sembuh, maka untuk selanjutnya tidak kambuh lagi.

sumber :
http://www.hipnoterapi.asia/psikosomatis.htm

Menerima SEMINAR DAN TRAINING HYPNO MOTIVASI-SPIRITUAL, untuk organisasi, perusahaan, sekolah dan lembaga pendidikan anda 
  • Ketakutan diri / Phobia / Self Syndrome lebih efektif terapi dengan metode membangun kekuatan bawah sadar oleh ahlinya  
Hubungi :
ERY (WA) 0813-2778-0051  PIN D0FBE2F2
email : hypno.upgrading@gmail.com



Kamis, 01 Januari 2015

Posted by Unknown on 20.02 | No comments




Kalo mau ujian emang suka banyak masalah yang muncul. Dalam hal ini, faktor psikologislah yang sangat Mengkhawatirkan dan memprihatinkan. Tujuannya nggak lain nggak bukan buat menguji kesiapan lahir-batin. Dan biasanya, hal-hal seperti inilah yang akan menghantui setiap langkah siswa dalam mempersiapkan ujian nasional.



BELAJAR MENTAL MELULU

Yoi. Ini sindrom yang biasa muncul menjelang tes-tesan! Makin dekat hari H-nya, otak makin susah menyerap pelajaran. Sindrom ini muncul bukan karena otak. Tapi, karena kita panik. Otak kita jejali dengan berbagai materi pelajaran secara paksa. Dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. 
1. Seminggu sebelum UN bikin pointers materi-materi pelajaran di kertas kecil yang bisa dikantongi ke mana-mana. Pointers ini ibarat password otak: kunci untuk membuka file-file memori otak. Jadi, nggak perlu mempelajari ulang materi-materi pelajaran UN, begitu baca pointers ingatan kita akan dipanggil kok. 
2. Dua atau tiga hari menjelang UN, wajib menjauhi buku-buku pelajaran juga kertas kecil berisi pointers materi-materi pelajaran tadi. Lakukan apapun yang kita senangi, supaya perasaan happy. Kalo perasaan udah happy, otomatis otak  jadi rileks. Nah, dalam kondisi rileks, memori otak akan lebih kinclong!



TAKUT KAGAK LULUS

Katanya, hidup ini nggak boleh ngebayangin yang enak-enak aja. Kudu balance dengan ngebayangin yang pait-pait. Ngebayangin nggak lulus emang harus. Tapi, sambil ngebayangin nggak lulus, kita juga harus ngumpulin info seputar kesialan itu. Maksudnya, kalo emang nanti nggak lulus, apa yang bisa dilakukan? Ngulang lagi atau ada jalan lain? Kalo tau bahwa kita bisa melakukan sesuatu jIka benar-benar nggak lulus, kita nggak akan stres, bro!



TAKUT SAMA MATA PELAJARAN TERTENTU

 Setiap orang pasti punya kelemahan di salah satu mata pelajaran. Kalo tuh mata pelajaran masuk dalam daftar mata pelajaran yang diujikan di UN, gimana  jadi nggak was-was, heh? Untuk mata pelajaran yang satu ini, coba kasih perhatian lebih. Lebihin porsi belajarnya, lebihin juga konsentrasi buat mengulik mata pelajaran tersebut. Mudah-mudahan materi pelajarannya nempel dikit-dikit. Kalo nggak juga? Ya emang udah takdir.



TAKUT NGGAK BISA BANGUN PAGI

Ugh! Kenapa yang namanya tes-tesan mostly diselengarakan di pagi hari ya? Padahal, semua orang juga tau kalo yang namanya bangun pagi itu adalah yang terberat di dunia! (Halah!) Nggak ada cara lain selain minta bantuan banyak pihak! Di hari H nanti, jangan lupa nyalain weker (minimal 2: jam weker dan alarm ponsel). Terus, titip pesan dari malamnya ke bokap, nyokap, kakak, adik, pembantu, sopir…. Kalo perlu sampe tukang roti keliling yang pagi-pagi udah muter dengan gerobak tet-tot…, tet-totnya! Suruh mereka ngebangunin lo dengan berbagai cara. Dari mulai diteriakin, dikitikin, sampe disiram air atau digaplok, it’s O.K!



TAKUT NGGAK BISA NYONTEK

 Hah! Mungkin kedengarannya sesat. Tapi, kenyataan berbicara bahwa lebih dari sembilan puluh persen kepala akan memikirkan gimana cara mencari celah buat nyontek ketika UN berlangsung. Tipsnya cuma satu: banyak-banyak usaha sendiri. Juga berdoa! Sebab, inget kata pepatah: sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. Artinya: meski kita udah bikin konspirasi tingkat tinggi dengan teman-teman plus udah menyiapkan plan A, plan B, dan plan C buat nyontek, kalo takdir berkata lain nasib sial nggak bisa ditolak, man!

 

MENGIRA-NGIRA SI PENGAWAS

 Entah kenapa, sosok pengawas UN yang tergambar di pelupuk mata yang sangar melulu. Mulai hari ini, coba bayangin sosok pengawas UN yang asik. Wajahnya memperlihatkan aura bersahabat. Ramah, suka becanda, suka ngasih tebak-tebakan begitu udah ngeliat murid-murid mukanya kenceng, suka…. Atau, bayangin sosok pengawas UN yang polos (baca: agak blo’on).



ACARA GAUL BATAL

 Menjelang UN semua orang mendadak sibuk belajar. Nggak terkecuali mereka yang masuk dalam daftar anak bengal! Ngeliat dampaknya yang kurang bagus bagi kesehatan jiwa kita, kesimpulannya acara bergaul mustinya tetap dipertahankan durasinya. Hanya aja, mungkin frekuensinya yang diatur. Misalnya, nggak tiap hari, but ada beberapa hari yang dipake buat bergaul pol-polan.



LESS TIME FOR YAYANG



Ssst…,

the chemistry of love konon bagus banget buat kita lho! So, kalo waktu buat ketemuan sama pacar or gebetan berkurang banyak…. Wah, bahaya!

 Support  dari pacar or gebetan perlu banget sih. Cuma, cara memperolehnya nggak musti lewat ketemuan kok. Coba intensifkan SMS dan telepon. Tinggal cari waktu yang aman (maksudnya bukan di jam-jam kita atau dia harus  belajar or istirahat gitu), hajar deh! Eh, inget: jangan ngobrolin pelajaran atau persiapan UN lagi. Makin suntuk!



DENGER BANYAK NASEHAT

Emang udah kebiasaan tuh begitu! Hampir tiap hari ngedenger omongan kayak gitu, bukannya senang karena ngerasa diperhatiin, justru jadi sebel. Annoying, brur! 1. Bilang terus terang ke yang ngasih nasehat supaya jangan sering-sering ngasih nasehat. Cukup sesekali tapi di momen yang tepat. Itu lebih kena! 2. Umumnya, orang ngasih nasehat lantaran nggak ngeliat dengan mata-kepala sendiri kalo orang yang dinasehatin melakukan apa yang dia nasehatin. Makanya, sebelum disuruh belajar, kasih liat kalo kita sedang belajar. Gitu seterusnya.



NGE-LIST “MITOS” TENTANG UN

 Yoi. Cerita-cerita kayak: kalo salah satu bagian kertas UN lembab lantaran kena keringat alamat nggak lulus karena komputer nggak bisa memprosesnya. Atau, kalo menghitamkan bulatan di kertas komputernya terlalu kereng juga komputer nggak bisa memprosesnya. Dan lain-lain…, dan lain-lain!. Kalo ngedenger cerita-cerita “menyeramkan” seputar UN, mending buru-buru sumpel kuping dengan earphone MP3. Kalo nggak, cabut! Pokoknya, intinya  

 jauhi sumber yang menyebarkan cerita-cerita tersebut. Jangan malah mendekat dan mengulik lebih jauh. Nggak guna lah…. Gimana kalo telanjur denger dan kepikiran?



Talk to your self,
 sumber : https://www.academia.edu/7278131/Stress_Menjelang_Ujian_Nasional

Menerima SEMINAR DAN TRAINING - SUKSES UJIAN NASIONAL dengan HYPNO MOTIVASI SPIRITUAL, untuk sekolah dan lembaga pendidikan anda 
  • Ketakutan diri / Phobia / Self Syndrome lebih efektif terapi dengan metode membangun kekuatan bawah sadar oleh ahlinya  
Hubungi :
ERY (WA) 0813-2778-0051  PIN D0FBE2F2
email : hypno.upgrading@gmail.com

Search Our Site

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter