Upgrade Your Mindset and Goals for The Real Success
  • TRAINING MOTIVASI SPIRITUAL

    Memberikan pencerahan dan motivasi dari sisi spiritual dengan metoda menyentuh kemampuan bawah sadar supaya lebih mengena untuk jangka waktu lama

  • HYPNOTHERAPY

    Memberikan kesadaran positif untuk berpelilaku dan berfikir positif bahwa semua "Mental Block" bukan penghalang kesuksesan diri kedepan

  • TRAINING HYPNO EDUKASI

    Menyentuh daya kekuatan alam bawah sadar dalam pencapaian diri pelajar/mahasiswa dan pengajar dalam upaya efektifitas belajar mengajar dan nilai-nilai yang bermanfaat

Jumat, 09 September 2016

Posted by Unknown on 02.00 | No comments
Hubungi :
ERY (WA) 0813-2778-0051  PIN D0FBE2F2
email : hypno.upgrading@gmail.com

Rabu, 07 Januari 2015

Posted by Unknown on 18.07 | No comments




Perasaan cemas, takut, dan sebagainya merupakan hal yang wajar sebagai manusia. Masalah dan hambatan yang berlum terselesaikan terkadang menjadi fikiran kita terus menerus menghantui. Kekawatiran dan perasaaan gagal terhadap sesuatu yang begitu intens menjadikan badan demam, jantung berdebar, bahkan tensi naik. Apakah anda, rekan atau saudara merasakan hal seperti ini ? 

Apakah Psikosomatis Itu ?
Banyak kasus dimana analisa dan segala jenis pemeriksaan oleh dokter menunjukkan seseorang secara fisik tidak mempunyai masalah fisik. Namun pada kenyataannya orang tersebut mengeluh karena sakitnya.

Masalah-masalah emosional yang tidak ditangani adalah penyebab 85% penyakit fisik. Itulah mengapa penanganan penyakit fisik tidak membuahkan hasil yang tuntas karena mengabaikan masalah emosional

Psikosomatis atau somatisasi adalah gangguan psikis yang tampil dalam bentuk gejala-gejala fisik. Dengan kata lain, psikosomatis adalah penyakit fisik yang disebabkan oleh program pikiran negatif dan/atau masalah emosi seperti stress, depresi, kecewa, kecemasan, rasa berdosa, dan emosi negatif lainnya.


Bagaimana cara membedakan psikosomatis dengan penyakit biasa?

Ciri-cirinya psikosomatis ditandai dengan adanya keluhan dengan gejala fisik yang beragam, antara lain seperti yang anda rasakan yaitu mulai dari pegal-pegal, nyeri di bagian tubuh tertentu, mual, muntah, kembung atau perut tidak enak, sendawa, serta sekujur tubuh terasa tidak nyaman. Tak jarang, ada yang merasa kulitnya seperti gatal, kesemutan, mati rasa, pedih seperti terbakar, dan sebagainya. 


Rasa sakit di kepala, migrain, nyeri di bagian dada, punggung dan tulang belakang, linu pada persendian, bahkan sampai rasa nyeri saat berhubungan seks juga bisa saja disebabkan oleh masalah emosi.

Keluhan semacam itu bisa berlangsung lama dan berulang-ulang serta berganti-ganti atau berpindah-pindah tempat, dan memang bisa dirasa sangat mengganggu sehingga wajar jika Anda bolak-balik memeriksakan diri ke dokter.


Orang yang mengalami psikosomatis mungkin akan sulit membedakan apakah penyakit yang diderita itu psikosomatis atau disebabkan gangguan organis biasa, apalagi jika masalah emosi/pikiran penyebab sakit itu tidak disadari. Cara paling mudah dan akurat untuk mengetahui apakah suatu penyakit adalah psikosomatis atau sakit biasa adalah dengan hipnotis. Pikiran bawah sadar tahu apa yang terjadi pada Anda. Hypnotherapist bisa bertanya langsung ke pikiran bawah sadar Anda.

Namun, saran kami: Apabila anda sakit, tetaplah periksa ke dokter. Apabila setelah dilakukan pemeriksaan secara medis tidak ditemukan akar penyebab masalahnya, maka diduga kuat anda mengalami psikosomatis. Begitu pula apabila penyakit-penyakit ringan sering kambuh seolah tak ada hentinya. Kemungkinan anda mengalami psikosomatis.


Gejala psikosomatis bisa saja diringankan dengan obat-obatan semisal penahan rasa sakit. Namun itu hanya menahan sementara, dan gejala penyakit akan muncul kembali berulang-ulang, dan kadang dalam bentuk yang berbeda-beda. Obat-obatan hanya menangani gejala. Selama penyebabnya (program pikiran dan emosi negatif) masih ada, gejala penyakit akan terus timbul.


Maka dari itu anda membutuhkan hipnotis, satu-satunya solusi yang kami tahu paling cepat untuk menyembuhkan psikosomatis. Bagi hypnotherapist, menyembuhkan psikosomatis bukanlah hal yang rumit. Pasien akan dibimbing memasuki kondisi somnambulis (kondisi hipnotis yang dalam) untuk menemukan akar masalah dan kemudian membereskannya.


Apabila masalahnya adalah program pikiran yang salah, berkaitan dengan sistem kepercayaan, salah paham dan sebagainya, maka dilakukan re-edukasi atau pembelajaran ulang agar klien mempunyai pikiran yang benar dan keyakinan baru yang positif. Sedangkan bila sebabnya adalah emosi negatif, seperti depresi, kecewa dan rasa bersalah, maka pikiran bawah sadar dipersilakan menyadari masa lalu sebagai sebuah pelajaran, menerima dirinya sepenuhnya, dan berbahagia dengan kondisi saat ini.


Contoh Kasus Penyakit Kulit (Psikosomatis)

Klien yang mengalami psikosomatis sebaiknya tetap melanjutkan pengobatan medis sampai semua gejala fisik lenyap. Satu contoh, saya pernah menangani klien yang mengalami penyakit kulit psikosomatis. Ibu berusia 40 tahun ini sangat mencemaskan putri kesayangannya yang kuliah di luar kota. Kecemasan ini sudah tidak disadari oleh sang ibu.

Kondisi pasien sangat mengerikan. Kulitnya yang dulunya mulus, sekarang terlihat penuh luka dan infeksi karena sering digaruk-garuk. Pasien ini tidak punya alergi kulit sebelumnya. Segala macam obat dan salep yang disarankan dokter kulit sudah dicoba, tapi belum ada yang memberi kesembuhan permanen. Pasien juga mengikuti saran dokter untuk berkunjung ke psikiater. Namun setelah tiga bulan diterapi oleh psikiater dia merasa bosan karena tidak ada kemajuan yang berarti.

Dalam kondisi hipnotis, pikiran bawah sadar pasien langsung menceritakan masalah kecemasan itu. Bukan hal yang susah bagi hypnotherapist untuk mengungkap penyebab. Hanya perlu mengatakan "Pada hitungan ketiga, anda mengetahui apa penyebab penyakit kulit ini", dan pasien akan langsung bercerita.

Ada banyak hal yang dicemaskan si ibu terhadap putrinya. Mulai dari kesehatan sampai masalah keberhasilan kuliahnya. Namun yang paling besar adalah takut jika putrinya salah bergaul, memakai narkoba, dan seks bebas. Maklum saja, putri yang dicemaskan ibu memang cantik dan terkesan lugu. Dulu si ibu bisa selalu mengawasi putrinya yang masih tinggal di rumah, sekarang putrinya lepas dan tidak mungkin mengawasinya. Selain itu, pasien juga merasa kesepian, karena Suami bekerja sampai sore, dan tiga anaknya termasuk putri satu-satunya tidak tinggal lagi serumah.

Dengan teknik tertentu, saya berhasil mengatasi rasa cemasnya, dan pikiran bawah sadarnya setuju untuk tidak membuat si ibu sakit lagi. Namun infeksi kulitnya tentu saja tidak bisa sembuh seketika. Disinilah peran pengobatan medis masih diperlukan terhadap pasien psikosomatis. Saya sarankan ibu tersebut untuk mengobati kulitnya sampai sembuh dengan berobat ke dokter. Setelah infeksi itu sembuh, maka untuk selanjutnya tidak kambuh lagi.

sumber :
http://www.hipnoterapi.asia/psikosomatis.htm

Menerima SEMINAR DAN TRAINING HYPNO MOTIVASI-SPIRITUAL, untuk organisasi, perusahaan, sekolah dan lembaga pendidikan anda 
  • Ketakutan diri / Phobia / Self Syndrome lebih efektif terapi dengan metode membangun kekuatan bawah sadar oleh ahlinya  
Hubungi :
ERY (WA) 0813-2778-0051  PIN D0FBE2F2
email : hypno.upgrading@gmail.com



Kamis, 01 Januari 2015

Posted by Unknown on 20.02 | No comments




Kalo mau ujian emang suka banyak masalah yang muncul. Dalam hal ini, faktor psikologislah yang sangat Mengkhawatirkan dan memprihatinkan. Tujuannya nggak lain nggak bukan buat menguji kesiapan lahir-batin. Dan biasanya, hal-hal seperti inilah yang akan menghantui setiap langkah siswa dalam mempersiapkan ujian nasional.



BELAJAR MENTAL MELULU

Yoi. Ini sindrom yang biasa muncul menjelang tes-tesan! Makin dekat hari H-nya, otak makin susah menyerap pelajaran. Sindrom ini muncul bukan karena otak. Tapi, karena kita panik. Otak kita jejali dengan berbagai materi pelajaran secara paksa. Dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. 
1. Seminggu sebelum UN bikin pointers materi-materi pelajaran di kertas kecil yang bisa dikantongi ke mana-mana. Pointers ini ibarat password otak: kunci untuk membuka file-file memori otak. Jadi, nggak perlu mempelajari ulang materi-materi pelajaran UN, begitu baca pointers ingatan kita akan dipanggil kok. 
2. Dua atau tiga hari menjelang UN, wajib menjauhi buku-buku pelajaran juga kertas kecil berisi pointers materi-materi pelajaran tadi. Lakukan apapun yang kita senangi, supaya perasaan happy. Kalo perasaan udah happy, otomatis otak  jadi rileks. Nah, dalam kondisi rileks, memori otak akan lebih kinclong!



TAKUT KAGAK LULUS

Katanya, hidup ini nggak boleh ngebayangin yang enak-enak aja. Kudu balance dengan ngebayangin yang pait-pait. Ngebayangin nggak lulus emang harus. Tapi, sambil ngebayangin nggak lulus, kita juga harus ngumpulin info seputar kesialan itu. Maksudnya, kalo emang nanti nggak lulus, apa yang bisa dilakukan? Ngulang lagi atau ada jalan lain? Kalo tau bahwa kita bisa melakukan sesuatu jIka benar-benar nggak lulus, kita nggak akan stres, bro!



TAKUT SAMA MATA PELAJARAN TERTENTU

 Setiap orang pasti punya kelemahan di salah satu mata pelajaran. Kalo tuh mata pelajaran masuk dalam daftar mata pelajaran yang diujikan di UN, gimana  jadi nggak was-was, heh? Untuk mata pelajaran yang satu ini, coba kasih perhatian lebih. Lebihin porsi belajarnya, lebihin juga konsentrasi buat mengulik mata pelajaran tersebut. Mudah-mudahan materi pelajarannya nempel dikit-dikit. Kalo nggak juga? Ya emang udah takdir.



TAKUT NGGAK BISA BANGUN PAGI

Ugh! Kenapa yang namanya tes-tesan mostly diselengarakan di pagi hari ya? Padahal, semua orang juga tau kalo yang namanya bangun pagi itu adalah yang terberat di dunia! (Halah!) Nggak ada cara lain selain minta bantuan banyak pihak! Di hari H nanti, jangan lupa nyalain weker (minimal 2: jam weker dan alarm ponsel). Terus, titip pesan dari malamnya ke bokap, nyokap, kakak, adik, pembantu, sopir…. Kalo perlu sampe tukang roti keliling yang pagi-pagi udah muter dengan gerobak tet-tot…, tet-totnya! Suruh mereka ngebangunin lo dengan berbagai cara. Dari mulai diteriakin, dikitikin, sampe disiram air atau digaplok, it’s O.K!



TAKUT NGGAK BISA NYONTEK

 Hah! Mungkin kedengarannya sesat. Tapi, kenyataan berbicara bahwa lebih dari sembilan puluh persen kepala akan memikirkan gimana cara mencari celah buat nyontek ketika UN berlangsung. Tipsnya cuma satu: banyak-banyak usaha sendiri. Juga berdoa! Sebab, inget kata pepatah: sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. Artinya: meski kita udah bikin konspirasi tingkat tinggi dengan teman-teman plus udah menyiapkan plan A, plan B, dan plan C buat nyontek, kalo takdir berkata lain nasib sial nggak bisa ditolak, man!

 

MENGIRA-NGIRA SI PENGAWAS

 Entah kenapa, sosok pengawas UN yang tergambar di pelupuk mata yang sangar melulu. Mulai hari ini, coba bayangin sosok pengawas UN yang asik. Wajahnya memperlihatkan aura bersahabat. Ramah, suka becanda, suka ngasih tebak-tebakan begitu udah ngeliat murid-murid mukanya kenceng, suka…. Atau, bayangin sosok pengawas UN yang polos (baca: agak blo’on).



ACARA GAUL BATAL

 Menjelang UN semua orang mendadak sibuk belajar. Nggak terkecuali mereka yang masuk dalam daftar anak bengal! Ngeliat dampaknya yang kurang bagus bagi kesehatan jiwa kita, kesimpulannya acara bergaul mustinya tetap dipertahankan durasinya. Hanya aja, mungkin frekuensinya yang diatur. Misalnya, nggak tiap hari, but ada beberapa hari yang dipake buat bergaul pol-polan.



LESS TIME FOR YAYANG



Ssst…,

the chemistry of love konon bagus banget buat kita lho! So, kalo waktu buat ketemuan sama pacar or gebetan berkurang banyak…. Wah, bahaya!

 Support  dari pacar or gebetan perlu banget sih. Cuma, cara memperolehnya nggak musti lewat ketemuan kok. Coba intensifkan SMS dan telepon. Tinggal cari waktu yang aman (maksudnya bukan di jam-jam kita atau dia harus  belajar or istirahat gitu), hajar deh! Eh, inget: jangan ngobrolin pelajaran atau persiapan UN lagi. Makin suntuk!



DENGER BANYAK NASEHAT

Emang udah kebiasaan tuh begitu! Hampir tiap hari ngedenger omongan kayak gitu, bukannya senang karena ngerasa diperhatiin, justru jadi sebel. Annoying, brur! 1. Bilang terus terang ke yang ngasih nasehat supaya jangan sering-sering ngasih nasehat. Cukup sesekali tapi di momen yang tepat. Itu lebih kena! 2. Umumnya, orang ngasih nasehat lantaran nggak ngeliat dengan mata-kepala sendiri kalo orang yang dinasehatin melakukan apa yang dia nasehatin. Makanya, sebelum disuruh belajar, kasih liat kalo kita sedang belajar. Gitu seterusnya.



NGE-LIST “MITOS” TENTANG UN

 Yoi. Cerita-cerita kayak: kalo salah satu bagian kertas UN lembab lantaran kena keringat alamat nggak lulus karena komputer nggak bisa memprosesnya. Atau, kalo menghitamkan bulatan di kertas komputernya terlalu kereng juga komputer nggak bisa memprosesnya. Dan lain-lain…, dan lain-lain!. Kalo ngedenger cerita-cerita “menyeramkan” seputar UN, mending buru-buru sumpel kuping dengan earphone MP3. Kalo nggak, cabut! Pokoknya, intinya  

 jauhi sumber yang menyebarkan cerita-cerita tersebut. Jangan malah mendekat dan mengulik lebih jauh. Nggak guna lah…. Gimana kalo telanjur denger dan kepikiran?



Talk to your self,
 sumber : https://www.academia.edu/7278131/Stress_Menjelang_Ujian_Nasional

Menerima SEMINAR DAN TRAINING - SUKSES UJIAN NASIONAL dengan HYPNO MOTIVASI SPIRITUAL, untuk sekolah dan lembaga pendidikan anda 
  • Ketakutan diri / Phobia / Self Syndrome lebih efektif terapi dengan metode membangun kekuatan bawah sadar oleh ahlinya  
Hubungi :
ERY (WA) 0813-2778-0051  PIN D0FBE2F2
email : hypno.upgrading@gmail.com

Rabu, 31 Desember 2014

Posted by Unknown on 00.48 | No comments



Bagaimanakah AKU di tahun 2017 ?,  Apa yang sesungguhnya Anda inginkan dalam kehidupan ini. Apakah Anda menginginkan pernikahan penuh kasih sayang, perhomatan anak-anak Anda?
Apakah Anda menginginkan banyak uang, mobil mewah, bisnis yang sukses, vila di Puncak? Ingin Naik haji dan mengjaikan orang yang anda cintai ( orang tua / keluarga) ?
Nah!, tidak ada salahnya menjalani tahun 2017 ini kita  membuat sebuah resolusi. Apa sebenarnya definisi resolusi? Resolusi adalah pernyataan tertulis, yang biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal yang akan kita lakukan. Semacam sebuah rencana yang ingin kita lakukan di tahun 2015

Mengubah Keyakinan Anda, itu Mengubah Harapan Anda Sukses


Wirausahawan milyuner, Richard M.Devos, mengatakan, “Satu -satunya hal yang menghalangi seseorang dari mendapatkan apa yang diinginkannya dalam kehidupan ini sering kali hanyalah kemauan untuk mencobanya serta iman untuk meyakini bahwa itu mungkin”.


Suatu kepercayaan bukanlah sekedar ide yang Anda punyai; itu adalah ide yang menguasai Anda. Suatu kepercayaan mempunyai kuasa yang besar, sebab mengubah harapan seseorang. Ketika Karen Ford mengubah cara berpikirnya dan membangun kepercayaan di atas landasan baru berupa pertumbuhan, ia mempunyai lebih dari sekedar pengharapan dan impian untuk mendorongnya maju. Ia harap meraih sasarannya sebab ia telah bekerja keras mengubah dirinya sebagai persiapan. Dan ia juga telah mempersiapkan orang - orangnya untuk itu. 


Mereka berharap sukses, dan mereka pun sukses. Kata - kata penulis Nelson Boswell sungguh benar: “ Langkah pertama sekaligus terpenting menuju sukses adalah keyakinan  terhadap harapan bahwa kita bisa sukses”. SPIRIT PERUBAHAN .. YAKINI ANDA SUKSES


 JIKA ANDA SEORANG MUSLIM, inilah RESOLUSI ANDA 


“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik. Tiada sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung.” (QS  al-Hasyr [59]: 18-19)



Tak terasa, sekarang kita sudah masuk tahun 2015 dan kita meninggalkan tahun 2014 dengan banyak kenangan. Sebelum jauh berlalu, ada baiknya jika kita flashback (muhasabah) 11 bulan terakhir di tahun 2016 yang sudah berlalu. Dari Syadad bin Aus ra, dari Nabi Muhammad saw, beliau berkata: “Orang yang pandai adalah orang yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT” (Imam Turmudzi). Dalam riwayat lain disebutkan dari Umar bin Khaththab ra, ia berkata: “Hisablah (evaluasi) diri kalian sebelum kalian dihisab, dan berhiaslah (bersiaplah) kalian untuk hari aradh akbar (yaumul hisab).”


Meski tahun baru Islam sudah lewat, tidak ada salahnya momen pergantian tahun ini kita lakukan evaluasi diri (muhasabah). Muhasabah atau evaluasi inilah yang digambarkan oleh Rasulullah saw sebagai kunci pertama dari kesuksesan. Karena orang yang sukses akan selalu mengevaluasi dari apa yang telah dilakukannya. Selain itu, Rasulullah saw juga menjelaskan kunci kesuksesan yang kedua, yaitu action after evaluation. Artinya setelah evaluasi harus ada aksi perbaikan.


Sementara kebalikan dari kesuksean, yakni kegagalan. Rasulullah saw menyebutkan dengan dua ciri mendasar Muslim yang gagal, yakni: Pertama, adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya. Membiarkan hidupnya tidak memiliki visi, tidak memiliki planing (rencana), tidak ada action (aksi/kerja) dari rencananya, terlebih-lebih memuhasabahi perjalanan hidupnya. Dan orang yang seperti ini sudah akan terukur kegagalannya.

Kedua, adalah memiliki banyak angan-angan dan khayalan, “Berangan-angan terhadap Allah.” Maksud berangan-angan terhadap Allah SWT adalah sebagaimana dikemukakan oleh Imam Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi, sebagai berikut: “Dia (orang yang lemah), bersamaan dengan lemahnya ketaatannya kepada Allah dan selalu mengikuti hawa nafsunya, tidak pernah meminta ampunan kepada Allah, bahkan selalu berangan-angan bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosanya.”



Urgensi Muhasabah

Imam Turmudzi meriwayatkan ungkapan Umar bin Khaththab ra dan juga ungkapan Maimun bin Mihran mengenai urgensi dari muhasabah.  
Pertama, Umar ra mengemukakan: “Hisablah (evaluasilah) diri kalian sebelum kalian dihisab, dan berhiaslah (bersiaplah) kaliau untuk hari aradh akbar (yaumul hisab). Dan bahwasanya hisab itu akan menjadi ringan pada hari kiamat bagi orang yang menghisab (evaluasi) dirinya di dunia.” Sebagai sahabat yang dikenal ‘kritis’ dan visioner, Umar memahami benar urgensi dari evaluasi ini. Pada kalimat terakhir pada ungkapan di atas, Umar mengatakan bahwa orang yang biasa mengevaluasi dirinya akan meringankan hisabnya di yaumul akhir kelak. Umar faham bahwa setiap insan akan dihisab, maka iapun memerintahkan agar kita menghisab diri kita sebelum mendapatkan hisab dari Allah SWT.


Kedua, Maimun bin Mihran ra mengatakan: “Seorang hamba tidak diakatan bertaqwa hingga ia menghisab dirinya sebagaimana dihisabnya pengikutnya dari mana makanan dan pakaiannya.” Maimun bin Mihran merupakan seorang tabiin yang cukup masyhur. Beliau wafat pada tahun 117 H. Beliau pun sangat memahami urgensi muhasabah, sehingga beliau mengaitkan muhasabah dengan ketaqwaan. Seseorang tidak dikatakan bertaqwa, hingga menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri. Karena beliau melihat salah satu ciri orang yang bertaqwa adalah orang yang senantiasa mengevaluasi amal-amalnya. Dan orang yang bertaqwa, pastilah memiliki visi, yaitu untuk mendapatkan ridha Ilahi.


Ketiga, urgensi lain dari muhasabah adalah karena setiap orang kelak pada hari akhir akan datang menghadap Allah SWT dengan kondisi sendiri-sendiri untuk mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya. Allah SWT menjelaskan dalam al-Qur’an: “Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.” (QS Maryam [19]: 95). Setiap manusia akan dimintai pertanggung jawaban atas segala amal perbuatan yang telah dilakukannya secara sendiri-sendiri. Dan seringkali manusia melupakan hal ini, sementara semakin hari semakin dekat antara dirinya dengan hisab tersebut. Allah SWT berfirman: “Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).” (QS al-Anbiya’ [21]: 1)



Membuat Resolusi di Tahun 2017

Seorang Muslim tidak seharusnya hanya berwawasan sempit dan terbatas, sekedar pemenuhan keinginan untuk jangka waktu sesaat. Namun lebih dari itu, seorang muslim harus memiliki visi & planing untuk kehidupannya yang lebih kekal abadi. Karena orang yang sukses adalah orang yang mampu mengatur keinginan singkatnya demi keinginan jangka panjangnya. Orang bertaqwa adalah orang yang ‘rela’ mengorbankan keinginan duniawinya, demi tujuan yang lebih mulia, ‘kebahagian kehidupan ukhrawi.’


Ada beberapa aspek terkait resolusi Muslim di tahun 2017 agar kelak kita menjadi orang yang pandai, sukses, dan bertaqwa.


Pertama, kita perlu membuat resolusi terkait ibadah kita. Pertama kali sebagai Muslim yang harus kita lakukan adalah meningkatkan ibadah kita, baik ibadah wajib maupun ibadah sunnah. Karena ibadah merupakan tujuan utama diciptakannya manusia di muka bumi ini: “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembah kepada-Ku.” (QS al-Zariyât [51]: 56). 


Kedua, sebagai Muslim kita perlu membuat resolusi terkait pekerjaan dan perolehan rizqi. Aspek kedua ini sering kali dianggap remeh, atau bahkan ditinggalkan dan ditakpedulikan oleh kebanyakan kaum muslimin. Karena sebagian menganggap bahwa aspek ini adalah urusan duniawi yang tidak memberikan pengaruh pada aspek ukhrawinya. Sementara dalam sebuah hadits, Rasulullah saw bersabda: Dari Ibnu Mas’ud ra dari Nabi Muhammad saw bahwa beliau bersabda, “Tidak akan bergerak tapak kaki Ibnu Adam pada hari kiamat, hingga ia ditanya tentang 5 perkara; umurnya untuk apa dihabiskannya, masa mudanya, kemana dipergunakannya, hartanya darimana ia memperolehnya & kemana dibelanjakannya & ilmunya sejauh mana pengamalannya?” (HR Turmudzi)
.

Ketiga, kita perlu membuat resolusi terkait kehidupan sosial keislaman kita. Aspek kehidupan sosial ini merupakan hubungan muamalah, akhlak dan adab dengan sesama manusia. Karena kenyataannya kehidupan sosial keislaman kita juga sangat penting. Sebagaimana yang digambarkan Rasulullah saw dalam haditsnya: “Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun ia juga datang dengan membawa (dosa) menuduh, mencela, memakan harta orang lain, memukul (mengintimidasi) orang lain. Maka orang-orang tersebut diberikan pahala kebaikan-kebaikan dirinya. Hingga manakala pahala kebaikannya telah habis, sebelum tertunaikan kewajibannya, diambillah dosa-dosa mereka dan dicampakkan pada dirinya, lalu dia pun dicampakkan ke dalam api neraka.” (HR Muslim)

sumber : http://alrasikh.uii.ac.id

Menerima  TRAINING HYPNO UPGRADING - SPIRITUAL untuk organisasi anda ( pendidikan/non pendidikan dan perusahaan)
Mengembalikan Fitrah manusia yang BERTUHAN, BEKEJA KERAS, JUJUR, dan IKHLAS
 kontak person :

ERYANTO WhatsApps/SMS :( 0813-2778-0051)
e-mail : hypno.upgrading@gmail.com

Search Our Site

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter